Monday, September 29, 2008

SELAMAT IDUL FITRI

SEGENAP PENGURUS
DAN
KELUARGA BESAR
FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA  SLEMAN
MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
- MOHON MAAF LAHIR $ BATHIN-

Didukung oleh :
AMAZON ADVENTURE
lighting-craft
homewares-craft
md-craft
furniture-craft
PANJAT TEBING SIUNG



Friday, September 26, 2008

Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Bupati Batara Open Wall Climbing

Pelaksanaan

Tanggal : 30 Okt s/d 01 Nopember 2008
Tempat : Arena Panjat Tebing Taman Rekreasi Remaja Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah.
Technical Meeting : 29 Oktober 2008, Pkl. 15.00 WIB

Persyaratan Peserta

1. Seluruh atlet panjat tebing di Indonesia dengan mendaftarkan diri ke Panitia Pelaksana
2. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- untuk satu kategori.
3. Penambahan per kategori dikenakan biaya sebesar Rp. 35.000,-
4. Uang pendaftaran di transfer ke rekening 01153000142 a.n Muhtaram BNI cab Muara Teweh.

Technical Meeting
Technical Meeting akan diselenggarkan pada tanggal 29 Oktober 2008 jam 15.00 WIB s/d selesai bertempat di Gedung Serba Guna Balai Antang Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah.

Kategori Pertandingan
Pada Kejurnas Panjat Tebing ini adalah :
1. Lead Umum dan Junior
2. Speed Umum dan Junior

Hadiah
Kejuaraan Nasional Panjat Tebing akan memperebutkan Total Hadiah Rp. 40.000.000,- dan Trophy dari Bupati Barito Utara.

Fasilitas Peserta

» T- Shirt Lomba
» ID-Card Peserta
» Konsumsi Selama Lomba
» Transfortasi Selama Lomba
» Akomodasi Selama Lomba

Rute Perjalanan

@. Banjar Masin- Muara Teweh (menggunakan Bis dan Travel siang/malam)
@. Palangka Raya – Muara Tewe (menggunakan Bis dan Travel siang)
@. Palangka Raya – Muara Tewe (menggunakan Pesawat Udara Pelita Air, Selasa/ Sabtu)

Friday, September 19, 2008

INFO : KEJUARAAN NASIONAL PANJAT TEBING KELOMPOK UMUR FPTI TAHUN 2008 – KAB. SLEMAN, D.I.Y

TANGGAL PELAKSANAAN :
  • 25 – 29 November 2008.
  • Pertemuan Teknis 24 November 2008.
Cat. * tanggal penyelenggaraan tersebut sudah termasuk cadangan 1 hari jika terjadi kendala hujan.
  • Field Trip 29/30 November 2008.

KATEGORI :
  1. Rintisan/Lead: spider kid A,B,C, Youth A, B dan Yunior Putra dan Putri.
  2. Kecepatan/Speed Spider Kid A, B, C, Youth A, B dan Yunior Putra dan Putri.

VENUES
Kampus UPN “Veteran” Yogyakarta
Cat. *Tersedia Dinding Panjat (papan) 2 sisi untuk Lead dan akan dipersiapkan dinding speed 2 sisi.

AKOMODASI
Sementara informasi penginapan seputar venues sedang di survai untuk harganya. Dan sedang negosiasi untuk dapat menggunakan asrama kampus UPN dengan harga terjangkau. Estimasi PANPEL untu tarif penginapan di seputar Venues antara 50 ribu – 350 ribu per kamar/hari.
Sumber : Sekum Kejurnas Panjat Tebing KU 2008

Ronald Mamarimbing, Peserta Kursus Route Setter Internasional Pertama asal Indonesia

Ronald Mamarimbing patut berbangga. Sebab, di antara banyak orang, dia menjadi orang Indonesia pertama yang mengikuti kursus pembuat jalur internasional atau international route setter course. Kursus yang berlangsung di Sydney Indoor Climbing Gym, Australia, 24-31 Agustus lalu itu membuka jalan peraih medali emas kategori boulder pria beregu pada PON XVII lalu itu sebagai pembuat jalur level dunia.

Di antara 13 peserta pelatihan itu, dia merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia. Peserta lainnya berasal dari Australia (2 orang), Jepang (2 orang), Singapura (1), Hongkong (1), Korea Selatan (1), Republik Ceko (1), Turki (1), Prancis (1), Swedia (1), dan Brazil (1).

Ronald diberangkatkan oleh Pengprov FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Jatim. Itu adalah kali pertama Indonesia mengirimkan peserta pada kursus berskala internasional tersebut.

Materi-materi yang diterima para peserta lainnya adalah pembuatan jalur, kesulitan jalur, dan kreativitas pembuatan jalur. Instrukturnya adalah Jacky Godoffe (Prancis) dan Kim Donghyun (Korsel). "Banyak hal baru yang diberikan dalam kursus itu. Contohnya, estimasi sesulit apa jalur yang telah dibuat. Karena itu, kemampuan memanjat juga diperlukan dalam pembuatan jalur," ujar Ronald.

Selama seminggu mengikuti kursus, waktu Ronald dan para peserta hampir seluruhnya dihabiskan di gym. Awalnya, Ronald berencana menginap di Konsulat Jenderal (Konjen) RI bersama tiga peserta kursus wasit asal Indonesia. Tapi, dia lalu memutuskan sekalian menginap di gym. "Karena pagi sudah mulai workshop dan baru selesai malam, ya sekalian saja saya tidur di gym," tuturnya.

Selain mendapatkan materi-materi kursus, para peserta kursus tersebut melakukan praktik. Selain itu, hasil kerja para peserta langsung diterapkan dalam kejuaraan dunia junior panjat tebing yang berlangsung bersamaan dengan kursus tersebut. Ronald menyatakan, setiap peserta dibagi dalam tim. Mereka diberi tugas untuk membuat jalur sesuai dengan kreasi kelompok masing-masing. Nah, jalur itulah yang dipakai pada kejuaraan dunia junior tersebut.

Ronald menerangkan, dirinya bersama Vincent (Prancis) dan Jan (Rep. Ceko) mendapatkan tugas membuat jalur yang akan digunakan pada semifinal pria kejuaraan dunia junior itu. Satu jalur lagi yang dibuat Ronald dan Vincent dipakai untuk semifinal kategori youth B. "Pembuatan jalur itu adalah tes kami. Dari situ, kami dinilai," ucapnya.

Di akhir kursus, ternyata hanya enam peserta yang dinyatakan lulus. Yakni, dua peserta dari Jepang dan masing-masing seorang peserta dari Turki, Rep. Ceko, dan Indonesia (Ronald). Setelah lulus dari kursus tersebut, Ronald menyandang predikat aspirant road setter. Ronald baru bisa menjadi road setter penuh jika magang dua kali dalam kejuaraan dunia atau Eropa dalam tempo dua tahun. "Sekarang saya masih mengumpulkan uang. Tahun depan, saya ingin magang di kejuaraan dunia," harapnya.

Dua tahun kemudian, dia bisa dipilih menjadi kepala road setter dalam kejuaraan dunia atau Eropa jika telah menjadi road setter penuh. Sambil menunggu berangkat magang, Ronald tak ingin ilmu yang didapatnya menguap begitu saja. Ronald akan menerapkannya pada kejurda junior dan kejurnas junior November mendatang. Salah satunya, tuntutan agar pembuat jalur benar-benar teliti dan terncana dalam bekerja. Wujudnya, empat hari sebelum even dihelat, pembuat jalur harus menyiapkan dan menguji coba jalur-jalur yang akan digunakan mulai babak penyisihan sampai final. (*)
Di copy dari : http://jawapos.co.id

Visit Yogyakarta / Jogja