Friday, September 14, 2012

Sirkuit Panjat Tebing Sleman Seri II Tahun 2012


Sirkuit Panjat Tebing Sleman adalah even rutin yang diadakan setiap tahun minimal 3 kali untuk mencari talenta baru dan juga ajang seleksi atlet yang akan mewakili kabupaten Sleman dalan even resmi seperti pekan olahraga diy maupun sirkuit panjat tebing yogyakarta.

Terbuka untuk umum masyarakat kabupaten sleman, mapala/sispala/pramuka yang sekretariatnya berada di wilayah kabupaten sleman dan kelompok pecinta alam lain yang berdomisili di kabupaten sleman. Monggo segera daftar...

Thursday, September 13, 2012

Fitriyani Siap Tampil Terbaik Untu DIY Hari ini


Kontingen Panjat Tebing DIY sampai hari ini belum mendapatkan medali dari cabang olahraga panjat tebing. Salah satu cabang unggulan Daerah Itimewa Yogyakarta ini di gadang - gadang setidaknya membawa pulang 2 keping emas dari Pon Riau. Namun penampilan atlet DIY di pertandingan final beberapa kelas beregu masih dibawah harapan.
Hari ini Fitriyani, peraih emas sea games tahun 2011 lalu yang juga atlet andalan fpti sleman akan bertanding di kelas spesialisnya " Speed Track Perorangan Putri". Dalam latihan 3 bulan terakhir Fitriyani mengalami peningkatan baik catatan waktunya yang terus mengecil maupun kesiapan mentalnya yang semakin kuat.
Dalam wawancara jarak jauh semalamm Fitriyani menyatakan keyakinannya bahwa hari ini bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Sleman dan Yogyakarta. Demikian info terkini dan terupdate dari arena panjat tebing pon riau 2012. Semoga atlet - atlet sleman dimudahkan dan berjuang sampai titik keringat terakhir...Semangat pagi dan Jayalah atlet - atletku!
sumber foto : antaranews.com

Wednesday, September 12, 2012

Jateng Tambah 1 Emas, DIY Belum berhasil mendapatkan medali

Sampai pertandingan hari ketiga cabang olahraga panjat tebing, kontingen daerah istimewa yogyakarta belum berhasil memperoleh sekepingpun medali. Sementara Jawa Tengah hari ini kembali mendulang medali emas dari nomor speed track beregu putri melalui 3 pemanjat andalannya santi, aris dan devi setelah di final mengalahkan Tim Kuat Kalimantan Timur dengan skor 3 - 0.

Kita terus berharap, kontingen DIY segera mendapatkan medali pembuka dari panjat tebing ini, dan harapan itu masih terbuka lebar di kelas lead dan boulder peorangan putra melalui bayu serta speed track peorangan putri melalui Fitriyani, Ratu Panjat Tebing Sleman yang berhasil menggondol emas Sea Games palembang 2007 lalu.

Demikian info terupdate dari panjat tebing sleman. tetap semangat dan jayalah terus panjat tebing sleman, majulah panjat tebing indonesia.

Monday, September 10, 2012

Sirkuit Panjat Tebing Sleman Seri II Tahun 2012 Segera di Gelar


Dalam rangka pembinaan olahraga panjat tebing dan terus memantau perkembangan bibit-bibit atlet panjat di kabupaten Sleman, FPTI Sleman akan menggelar SIRKUIT PANJAT TEBING SLEMAN II Tahun 2012 yang akan berlangsung di Bayu Climbing Center tanggal 6 dan 7 Oktober 2012 ini. SPTS II ini akan mempertandingkan kelas boulder umum putra dan putri, boulder junior putra dan putri serta modifikasi boulder kelas spider kid putra dan putri.



Selain mempertandingkan kelas resmi yang biasa dikuti para pemanjat dan atlet panjat, fpti sleman juga akan menggelar perlombaan modifikasi panjat tebing untuk masyarakat lokal. Artinya jalur dan sistem penilaian tidak seperti pertandingan resmi, namun akan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dengan mudah masyarakat dapat mengikutinya. Dengan demikian selain berkompetisi, ajang ini juga menjadi alat untuk sosialisasi olahraga panjat tebing di kalangan masyarakat awam.

SPT Sleman juga akan dijadikan pertandingan promosi degradasi atlet puslatkab sleman menghadapi Porprov 2013 di Gunung Kidul, sehingga dalam even ini seluruh atlet pelatkab diwajibkan mengikutinya. Dengan adanya promosi degradasi maka akan menghasilakan tim terbaik yang ada di kabupaten sleman.

Informasi dan Pendaftaran :
Agung Isdianto 085789007300, Handoko 085643403822, Nurfah 081578397994

Demikian informasi terkini dari arena panjat tebing sleman, Semangat berjuang atlet panjat tebing pon asal sleman, semangat berjuang para pengurus fpti sleman untuk mensosialisasikan olahraga panjat tebing ke seluruh pelosok desa se kabupaten sleman dan semangat berjuang para pemanjat sleman menjadi yang terbaik dalam ajang ini.

Jadwal Pertandingan PON Riau, Cabang Panjat Tebing

Selasa 11 September 2012
Upacara Pembukaan

Rabu 12 September 2012
Boulder Peorangan Putri
Lead Perorangan Putra
Speed Track Beregu Putri
Final Speed Track Beregu Putri

Kamis 13 September 2012
Semifinal Lead  Peorangan Putra
Semifinal Boulder Peorangan Putri
Final Speed Track Putra

Jumat 14 September 2012
Lead Peorangan Putri
Boulder Peorangan Putra
Speed peorangan Putri
Final Speed Track Peorangan Putri

Sabtu 15 September 2012
Semifinal Lead Peorangan Putri
Semifinal Boulder Peorangan Putra
Speed Track Peorangan Putra
Final Speed Track Peorangan Putra

Minggu 16 September 2012
Final Lead Peorangan Putra
Final Lead Peorangan Putri
Speed Track Campuran
Final Speed Track Campuran

Senin 17 September 2012
Final Boulder Peorangan Putri
Final Boulder Peorangan Putra

Selasa 18 September 2012
Boulder Tim Campuran
Speed Word Record Peorangan putra dan Putri
Final Boulder Tim Campuran
Final Speed Word Record Peorangan Putra dan Putri

Pertandingan Hari Ketiga : Panjat Tebing Ricuh

Kamis, 13 September 2012 18:52:24 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Pekanbaru (beritajatim.com) - Tuan rumah Riau memboikot pertandingan cabang olahraga (cabor) panjat tebing nomor Speed Track Beregu, Kamis (13/9/2012) sore ini di Komplek Universitas Riau. Tak hanya memboikot pertandingan, Riau juga menyabotase sound sistem.

Kejadian ini dipicu ketika tim Riau B sua tim kuat Jawa Timur (Jatim) di babak final. Pada pertandingan ini, dua dari tiga pemanjat Jatim gagal menyentuh top. Kedua pemanjat itu adalah Galar Pandu Asmoro dan Abudzar Yulianto. Satu-satunya atlet yang sukses hanya Rindi Sufriyanto. Namun setelah pertandingan, Jatim melakukan protes karena salah satu atlet Jatim, Galar mengaku tersangkut tali.

Protes itu diterima oleh juri. Galar diberikan kesempatan untuk bertanding ulang lawan atlet Riau B, Faisal Perwira. Namun reaksi penolakan ditunjukkan suporter Riau. Mereka berteriak agar atletnya agar tidak tanding ulang. "Jangan main. Jangan main. Jangan main," teriaknya. Mendapat sorakan dari pendukungnya membuat Riau enggan untuk meneruskan pertandingan.

Sempat terjadi perdebatan alot antara tim negoisator Riau dengan juri. Juri nampak keder dengan tekanan tuan rumah, sehingga nasib pertandingan ulangan kembali buram. Jatim sendiri memilih mengambil langkah tenang. "Dalam rekaman sudah jelas, dia jatuh bukan terpeleset, tapi tangan Galar masuk tali. Apalagi sebelum jatuh, Galar sebenarnya unggul jauh," ucap tim pelatih, Danu Iswara.

Terpisah, Galar mengaku, setelah tahu ada tali terselip, ia langsung berteriak dan mengutarakan hal itu ke juri. "Saya langsung utarakan hal itu ke juri," aku Galar. Namun juri tak mengambil keputusan. Juri lebih memilih untuk mengecek dari rekaman pertandingan.

Melalui pengeras suara, juri akhirnya mengumpulkan seluruh manajer. Pertemuan ini berlangsung alot dan berlangsung hingga kurang lebih dua jam. Danu yang menjadi wakil di pertemuan itu mengaku, sepanjang pertemuan Jatim ditawur oleh daerah lain, seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Riau. "Sebab mereka tahu ada Jatim, mereka mendapat lawan berat," kata Danu.

Meski diserang dari tujuh mata angin, namun Jatim tak gentar. Sebab mereka sangat yakin bahwa benar. "Ketika Galar terselip tali, dia sudah bilang ke juri. Harusnya juri langsung menghentikan pertandingan. Sebab ini nomor speed," jelas Danu. Dari sini lah sumber kericuhan. Sebab juri justru meneruskan laga.

Setelah dua jam bermusyawarah, diputuskan bahwa Galar berhak tanding ulang dengan Faisal. Karena kecewa, Riau lantas memboikot pertandingan. Jatim pun dinyatakan menang WO dan berhak melaju ke empat besar. Jatim dijadwalkan bertemu dengan DKI Jakarta. Sedangkan Kalimantan Timur sua Jawa Barat.

Sayang, Riau ternyata tak sekadar memboikot pertandingan, melainkan juga menyabotase sound system pertandingan. "Lha kalau tidak ada sound system, bagaimana penanda pertandingannya, Mas," lanjutnya. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan empat besar belum digelar. Biasanya, untuk pertandingan panjat tebing, maksimal digelar pukul 20.00.

Sementara itu, Jatim berhasil menempatkan Nurmasyah di babak final Lead Perorangan Putra. Pada babak semifinal yang digelar, Kamis pagi, atlet Jatim, Nurmansyah menjadi yang terbaik mengungguli dua atlet asal Jabar, Amri dan Indra Yogaswara.

Selain ketiga atlet di atas, terdapat lima atlet lain yang memastikan tempat di final, mereka asalah Temi Teli Lasa (Jawa Tengah), Eka Bayu (Riau B), Bayu Pasarella (Kalimantan Timur), Joni Kasria (Nusa Tenggara Barat) dan Bayu (Yogyakarta).

Sayang di nomor Boulder Perorangan putri, Jatim gagal menembus babak final. Pasa babak semifinal, dua atlet andalan, Fitriani Hartani dan Anitama Purnawati hanya finish di urutan ketujuh dan delapan.

Di nomor ini, enam atlet yang berhasil menembus final adalah Nadra Putri Virgita (Bali), Syarifah (DKI Jakarta), Harini (Jawa Tengah), Murjayanti (Yogyakarta), Indahwati (Jawa Tengah) dan Vitrie Handayani (Bangka Belitung). Babak final lead perorangan putra dan Boulder perorangan putri digelar, Jumat (14/9/2012).[sya/kun]
sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/5/Olahraga/2012-09-13/146364/Tuan_Rumah_Boikot_dan_Sabotase_Cabor_Panjat_Tebing

Boulder Tim Putra Jateng Rebut Emas Pertama Panjat Tebing PON Riau 2012

Kontingen Panjat Tebing Propinsi Jawa Tengah Berhasil merebut emas pertama di kelas boulder tim putra melalui atlet andalannya Tony Mamiri, Solikhin, Sugeng Pamungkas dan Sutrisno dengan kapten Temi Telilasa. Berdasarkan pantau reporter fpti sleman dari venue panjat tebing pon riau, jateng menjadi yang terbaik setelah mengalahkan tim kuat Jatim. Dan bahkan Jatim diluar dugaan keluar dari 3 besar hingga hanya menempati posisi ke 4.
Tim Peraih Medali Selengkapnya untuk Kelas Boulder Tim Putra sbb:
1. Emas : Jateng
2. Perak : Kaltim
3. Perunggu : DKI Jakarta
4. Jatim
5. Bali
6. DIY

Sementara di bagian putri kelas boulder tim :
1. Emas : Jatim
2. Perak : Kaltim
3. Perunggu : DKI Jakarta
4. Jateng
5. Bangka Belitung
6. Daerah Istimewa Yogyakarta

Tetap semangat untuk TIM DIY, Masih ada 12 Emas lagi untuk kita rebut....

Tuesday, September 4, 2012

Kisah Fitri: Pemanjat Tebing yang Biayai Naik Haji Ayahnya dari Bonus Medali Emas



REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG - Keinginan yang terpendam cukup lama bagi Fitriyani (23) sudah di depan mata, yakni membiayai ayahnya menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah, keinginan itu terjawab setelah ia menerima bonus dari pemerintah atas prastasinya meraih medali emas SEA Games XXVI 2011.
"Alhamdulillah, keinginan dan cita-cita saya membiayai ayah menunaikan ibadah haji akan terkabul, setelah bonus yang dijanjikan saya terima," kata Fitriyani seusai medali emas dikalungkan kepadanya.
Fitriyani anak dari pasangan Suwardi dan Wahidah meraih medali emas SEA Games XXVI pada cabang olahraga panjat tebing kategori speed track putri di arena olahraga Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan.
Kenapa hanya ayah untuk dibiayai naik haji, Fitriyani mengatakan karena orang tua laki-lakinya lebih siap. Bagi Fitri, nama kecil dari atlet itu mengenal olahraga panjat tebing sejak dibangku kelas satu SMA di Yogyakarta.
"Saat itu saya mulai tertarik dengan panjat tebing karena cabang olahraga ini cukup menantang dan menuntut kesiapan fisik dan mental dalam membentuk karakter kita," kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Suwardi dan Wahidah itu mengaku baru selesai menamatkan kuliahnya, kemudian langsung bergabung ke pemusatan dan latihan nasional (pelatnas) atlet. Tekad membela Merah Putih dipentas olahraga dunia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fitriyani."Kita harus tunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia juga bisa berprestasi dibidang olahraga," katanya.
Spesialis kategori speed track panjat tebing itu juga mengaku dirinya tidak risih menggunakan busana muslimah (berjilbab) saat bertanding seperti di SEA Games. "Tidak ada masalah, dan bagi saya menggunakan jilbab dalam sebuah pertandingan tidak menganggu dalam meraih prestasi ini," kata perempuan berkulit hitam manis itu.
Bagi Fitriyani, meraih juara itu harus diawali dengan tekad dan kerja keras, disiplin, serius mengikuti bimbingan serta setiap petunjuk yang diberikan sang pelatih.
Prestasi yang pernah diraih Fitriyani untuk cabang olahraga panjat tebing kategori speed track adalah medali perunggu di Indonesia Open dan juara pertama Pra PON, mewakili daerah kelahirannya Yogyakarta.
sumber : http://sea-games.republika.co.id/berita/sea-games/profil/11/11/16/lupdfe-kisah-fitri-pemanjat-tebing-yang-biayai-naik-haji-ayahnya-dari-bonus-medali-emas

Fitriyani asal Sleman Bangga Ukir Emas


Menekuni olahraga panjat tebing sejak SLTA tampaknya membuat berkah bagi Ftriyani untuk menunjukkan prestasi maksimal di SEA Games XXVI Palembang, 2011 dengan mempersembahkan medali emas bagi Merah-Putih. Semua itu sudah ia dambakan ketika dipanggil masuk Pelatnas SEA Games sejak Januari 2011.
“Saya senang dan bangga dipanggil masuk Pelanas SEA Games XXVI. Kebanggaan itu harus saya pertahankan hingga mencapai prestasi puncak. Alhamdulillah Allah memberkahinya saat tampil meraih medali emas di SEA Games XXVI yang digelar di Sports Centre, Palembang,”ujar Fitriyani di Palembang, Senin (14/11/2011).
Atlet lulusan Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, ini berterima kasih pada pelatih dan manajer yang mmeberikan arahan tiap hari untuk bisa mencapai prestasi puncak di multi event dua tahunan ASEAN. Al hasil cukup memuaskan setelah mencatat waktu 9,36 menit.
Menurutnya dalam pertandingan, lawan kuat datang dari kawan sepelatnasnya yaitu Santi Melyanti yang membukukan waktu 9,39 menit. Sedang atlet asal negara lain tidak menjadi masalah. Pasalnya, prestasi yang dimiliki masih jauh dibawahnya. Seperti halnya peraih medali perunggu hanya mencatat waktu 14,46 menit dari Singapura atas nama Ming Xin Judith.
Dari situlah ia harus berpacu dengan rekannya sendiri untuk menyuguhkan medali emas. Namun ia bersyukur atlet panjat tebing nasional cukup disegani lawan, meski baru pertama kali dipertandingkan di SEA Games. Untuk itu kedepannya ia membidik kejuaraan Asia maupun dunia agar mampu mengibarkan Merah-Putih lagi.
“Setelah meraih medali emas di SEA Games XXVI Palembang, saya akan berusaha mencari pekerjaan dulu sambil latihan. Pasalnya, sejak tamat kuliah langsung masuk Pelatnas SEA Games tanpa memikirkan pekerjaan. Kalau bisa saya berharap masuk pegawai negeri, dengan harapan bisa menekuni cabang panjat tebing hingga menggapai presasi dunia,”harapnya.
(SK)
sumber : http://www.satlakprima.com/news/fitriyani-bangga-ukir-emas

Atlet Panjat Tebing Sleman Siap Sumbang Medali Pon



Gambar diatas adalah cuplikan berita - berita media saat atlet panjat tebing sleman : Fitriyani meraih medali emas pada Sea Games 2011 lalu di palembang. Kini Fitriyani siap terbang ke Riau guna mengikuti PON 2012 di nomor spesialisnya yaitu speed track. Diperkirakan Fitriyani mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik di nomor perorangan menilik dari pengalaman dan performa selama latihan di saat - saat terakhir.
Sementara Bayu akan mencoba menantang pemanjat boulder papan atas untuk menjadi kampium di nomor peroangan putra. Bayu pemegang medali emas kejurnas 2010 beberapa bulan silam sedikit merosot prestasinya, namun menjelang Pon, mulai menunjukkan performa yang baik dan terus meningkat. Akankah 2 pemanjat asal sleman ini mampu meraih medali emas di kelas perorangan pada PON 2012? Mari kita doakan bersama - sama!

Visit Yogyakarta / Jogja